jump to navigation

Mengenal Ban Bias dan Radial Yang Digunakan Pada Bus 12 Februari 2016

Posted by imotorium in Bus, Mobil, News.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

ban bias radial 4

Readers, pernahkah sedikit mengamati area kaki – kaki pada kendaraan yang kita naiki, khususnya Bus? ya kini sudah banyak Bus yang mengaplikasi ban tipe radial guna keperluan operasional sehari – hari, namun masih banyak juga yang mengaplikasi ban tipe bias. Lantas apa saja kelebihan dan kekurangan dari dua jenis ban ini, dan bagaimana cara membedakannya?

ban bias radial 2

pada gambar berikut merah itu adalah pola konstruksi ban radial, sedang yang saling menyilang adalah pola ban bias 🙄

Radial, ban ini menggunakan konstruksi carcass cord membentuk sudut 90 derajat terhadap keliling ban dan bagian ban tapak ban yang langsung menghadap jalan dilapisi belt. Sedangkan ban bias sendiri adalah ban yang menggunakan konstruksi carcass cord yang ditenun dengan membentuk sudut diagonal antara 45 sampai 65 derajat terhadap keliling ban. Kedua konstruksi ini sama baiknya namun tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing.

ban bias radial 3

Ban Radial, cirikhasnya pada bus di indonesia adalah permukaan dinding ban yang rapih, tidak ada pattern samping 🙄

Bila berbicara tentang mana yang lebih efisien, tentu pilihan saat ini jauh lebih baik menggunakan ban radial, walau memang harganya lebih mahal dibanding ban bias, namun ada perhitungan sendiri seputar cost yang didasarkan dari usia pakai ban. Berdasarkan share tetangga penulis yang merupakan seorang pengemudi bus mengatakan bahwa ban tipe radial yang umum digunakan saat ini lebih tahan panas, memiliki cengkraman yang jauh lebih baik dan memiliki usia pakai yang lebih panjang. Ban Radial saat ini paling banyak digunakan untuk bus antar kota..

Baca Juga :

Mengenal Mercedes-Benz OH 1525, Pelopor Electrical Engine Management Dari Bus Mercedes Di Indonesia

Mengenang Perkasa (Texmaco), Pabrikan Chassis dan Mesin Bus Asli Indonesia

Mengenal Volvo B7R, Bus Bertenaga Besar Asal Swedia Yang Masuk Ke Indonesia

Mengenal Varian Bus Hino Bertransmisi Automatic Yang Beredar Di Indonesia

Mengenal Varian Mesin dan Chassis Bus Hino RK Series, Inilah Ciri – Cirinya!

Cara Mengidentifikasi Merk dan Tipe Bus Yang Beredar Di Indonesia – Hino AK8

ban bias vulkanisir

Ban Bias, ciri khasnya yang umum ditemui di bus – bus indonesia ada pada dinding ban yang memiliki pattern, fungsinya menambah traksi roda dikala memasuki jalan yang berlumpur. di foto ini adalah ban bias yang sudah mengalami retread / vulkanisir

Tapi bukan tidak ada kelemahannya, Ban Radial memang baik untuk perjalanan jauh, namun konstruksi dindingnya yang lentur itu kurang cocok apabila digunakan di trek – trek yang memiliki kondisi jalan yang rusak, karena ban radial cenderung akan mengalami perubahan bentuk pada bagian dinding ban dan paling parah bisa robek pada dinding ban. Beda dengan bias, yang memang konstruksi dindingnya yang lebih kaku, justru lebih cocok digunakan untuk rute – rute yang didominasi dengan kondisi jalan yang rusak. Oleh karena itu tidak jarang kita masih melihat beberapa bus yang masih menggunakan ban tipe bias sebagai andalannya, karena didasari oleh kondisi jalan yang dilewati sehari – hari.

Oleh karena itu , tidak heran walau kini ban radial sudah umum dipakai hampir semua bus.. tetapi ban bias masih juga diandalkan biasanya sebagai ban cadangan karena harganya yang lebih murah.. dan beberapa operator yang termasuk sering membawa muatan berlebih biasanya lebih memilih ban bias karena memiliki dinding yang lebih kuat, dan juga lebih hemat karena bisa di retreading atau divulkanisir ulang. Ban jenis bias ini dapat dengan mudah kita temui aplikasinya pada bus – bus kota atau bus – bus yang memiliki rute hingga ke pelosok 🙄

Semoga bermanfaat. (imt)

foto :google, bismania, wikipedia

Iklan

Komentar»

1. Supono Wahyudi - 12 Februari 2016
sebarkan.org - 12 Februari 2016
singindo - 12 Februari 2016
2. benmotor - 12 Februari 2016

biasa na beus mh vulkanisir

Disukai oleh 1 orang

imotorium - 12 Februari 2016

bus jarak dekat sm bus kota iya.. biar murah pengeluarannya

Suka

3. satriabergetar - 12 Februari 2016

Tepat mas..ban radial lebih bertujuan untuk kenyamanan.Ban bias ditujukan untuk beban berat.

Kebetulan saya kerja di pabrik ban 🙂

Disukai oleh 1 orang

imotorium - 12 Februari 2016

makanya ban bias masih populer dipakai sama truk truk ya mas, ban radial jarang saya lihat.. adapun paling dipakai sama truk kontainer 😀

Suka

4. Rideralam - 12 Februari 2016

Lek, wis bahas bus-bus Lorena dan Pahala Kencana dari masa ke masa? Kangen bus-bus itu

Suka

5. bmspaces - 12 Februari 2016
6. FЭЯY - 12 Februari 2016

Dedetelolet pake ban cacing 😆

Suka

7. echon - 12 Februari 2016

faktor tonase yang digendong ngaruh juga gak ya om?

josslah ilmunya ini..

Disukai oleh 1 orang

imotorium - 9 Maret 2016

pasti pengaruh, biasanya spesifikasinya tertera di dinding ban dengan kode -kode khas 😀

Suka

8. Bus maniaC - 13 Februari 2016

Bang admin,,tolong di bahas profil bus pariwisata Subur Jaya kudus ,,,kok bis nya bisa selalu baru,,bahkan kurang dari 1 tahun pasti ganti baru,,bus parwis ini top markotop,,di tempat2 wisata pulau bali bis ini pasti selalu ada..sama bagusnya dengan pandawa 87.thanks

Disukai oleh 1 orang

imotorium - 13 Februari 2016

Wah siap mas.. Subur jaya keren2 busnya.. Tunggu artikelnya ya

Suka

9. otogadjet - 14 Februari 2016

Artikel2nya sangat bagus, nambah wawasan tentang dunia bus2. Oya min, udah pernah bahas tentang Po. Garuda Mas blm? Saya penasaran saya penasaran tentang Po asal cirebon itu, padahal dulu punya kelas super executive knapa sekarang dihilangkan ya?

terima kasih

Disukai oleh 1 orang

imotorium - 14 Februari 2016

Garuda Mas ya, padahal sering ketemu di tol cikampek.. mungkin karena pasarnya kurang profit untuk kelas exe.. jadi ditiadakan..

ok nanti ditunggu artikelnya ya mas..

Suka


Orang Bijak Tinggalkan Jejak...Diskusi Sehat Pasti Mengasyikkan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: